Dami, Shine Nathalie Angel (2026) Communication privacy management dalam spill culture pada postingan online shaming komunitas marah-marah di X (twitter). Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (4MB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (442kB) |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
Preview |
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Download (467kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (220kB) |
Abstract
Komunitas MARAH-MARAH merupakan salah satu komunitas X (Twitter). Di dalam postingan komunitas ini, seringkali ditemukan interaksi antar anggota yang mendorong satu sama lain untuk membuka sedikit informasi atau memberitahu dengan kode tentang seseorang yang sedang dibicarakan dengan dampak yakni “dirujak netizen” sebagai efek jera atau sanksi sosial. Fenomena ini yang disebut secara popular oleh netizen sebagai budaya spill. Penelitian ini bertujuan untuk memahami manajemen privasi komunikasi anggota Komunitas MARAH-MARAH dalam membuat postingan spill terutama pada topik online shaming. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Communication Privacy Management untuk mengaitkan dinamika komunitas dengan keputusan pengungkapan informasi privasi individu. Dengan menggunakan metode netnografi, peneliti mengumpulkan tiga jenis data yakni arsip, wawancara, dan fieldnotes. penelitian menemukan bahwa budaya spill terbentuk melalui negosiasi privasi antara motivasi individu, dinamika interaksi anggota, dan aturan komunitas. Korban perselingkuhan merasa berhak melakukan spill karena kebutuhan validasi. Di komunitas ini, respons anggota didominasi oleh dukungan emosional serta keterlibatan anggota lain yang turut berbagi pengalaman serupa. Spill juga dipicu oleh penggalian informasi ketika postingan dianggap kurang lengkap, melalui tekanan seperti permintaan identitas atau keraguan cerita, yang dapat menimbulkan risiko turbulensi privasi maupun keuntungan bagi pembuat postingan. Selain itu, budaya spill dibatasi oleh community guidelines dan pengawasan moderator. Secara keseluruhan, manajemen privasi dalam budaya spill muncul dari perpaduan dorongan berbagi, tekanan kolektif, dan regulasi komunitas.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Ilmu Komunikasi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Permana, Finsensius Yuli NIDN0719078401 UNSPECIFIED Thesis advisor Krisdinanto, Nanang NIDN0726126602 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Komunitas daring, budaya spill, manajemen privasi komunikasi, studi netnografi |
| Subjects: | Communication Science |
| Divisions: | Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program |
| Depositing User: | Shine Nathalie Angel Dami |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 01:35 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 01:35 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45414 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

