Yunesti, Ignasia (2026) Hubungan aktifitas fisik dan stres dengan fungsi kognitif pada lansia. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (751kB) | Preview |
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (227kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (304kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (283kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (405kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (481kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf Restricted to Repository staff only Download (272kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf Download (272kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penurunan fungsi kognitif adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia akibat proses penuaan. Aktivitas fisik dan stres merupakan faktor yang dapat berperan dalam perubahan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas fisik dan stres dengan fungsi kognitif pada lansia. Metode peneltian kuantitatif cross sectional dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian yaitu semua lansia di Posyandu Delima 2 Bulak, di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya. Besar sampel penelitian yaitu 50 orang lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik, Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres, dan Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengukur fungsi kognitif. Hasil penelitian mayoritas lansia memiliki aktivitas fisik sedang sebanyak 38 orang (76%), tingkat stres rendah sebanyak 18 orang (36%), dan berat sebanyak 23 orang (46%). Hasil uji Rank Spearman variabel aktivitas fisik dengan fungsi kognitif menunjukkan hasil p= 0,384, menunjukkan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif, sedangkan uji pada variabel stres dengan fungsi kognitif menunjukkan nilai p= 0,000 dengan r= 0,882, kesimpulannya ada hubungan antara tingkat stres dengan fungsi kognitif dengan kekuatan hubungan antar variabel tersebut sangat kuat. Aktivitas fisik tidak berhubungan dengan fungsi kognitif karena diduga aktivitas fisik yang dilakukan responden sebagian besar berupa aktivitas sehari-hari, bukan aktivitas fisik yang terstruktur, sehingga belum memberikan stimulasi yang optimal. Sebaliknya, tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan dengan fungsi kognitif, sehingga pengelolaan stres perlu menjadi perhatian untuk menjaga fungsi kognitif lansia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Keperawatan |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Panglipurningsih, Ninda Ayu Prabasari NIDN0727108704 UNSPECIFIED Thesis advisor Mare, Agustina Chriswinda Bura NIDN0728089302 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas fisik, fungsi kognitif, lansia, stres. |
| Subjects: | Nursing Science |
| Divisions: | Faculty of Nursing > Nursing Science Study Program |
| Depositing User: | Ignasia Yunesti |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:42 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:42 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/47651 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

