Representasi desakralisasi budaya Shinto dalam Film "Tenki No Ko"

Prathama, Jonathan (2026) Representasi desakralisasi budaya Shinto dalam Film "Tenki No Ko". Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas representasi desakralisasi budaya Shinto dalam film Tenki No Ko karya Makoto Shinkai yang menggambarkan adanya pergeseran makna nilai-nilai sakral dalam kehidupan masyarakat Jepang modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya Shinto direpresentasikan serta bagaimana proses sekularisasi, negosiasi budaya, dan modernisasi ditampilkan melalui berbagai adegan dalam film. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce melalui konsep sign, object, dan interpretant. Data diperoleh dari scene-scene yang menampilkan unsur budaya Shinto, seperti ritual doa, keberadaan torii, kemampuan “Hare Onna”, pengorbanan Hina, serta penggunaan teknologi modern sebagai media informasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Tenki No Ko merepresentasikan desakralisasi melalui perubahan cara pandang masyarakat terhadap nilai spiritual yang mulai dimaknai secara lebih praktis, rasional, dan modern. Sekularisasi terlihat dari pemanfaatan kemampuan spiritual untuk kepentingan sosial dan ekonomi, sedangkan modernisasi terlihat melalui dominasi teknologi dan media informasi dalam kehidupan masyarakat Tokyo. Melalui representasi tersebut, film ini menunjukkan adanya pergeseran makna budaya Shinto dari sesuatu yang sakral menuju pemaknaan yang lebih profan dalam konteks kehidupan modern masyarakat Jepang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Ilmu Komunikasi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Yuni Widyaningrum, Anastasia
NIDN0701067803
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Hartiana, Theresia Intan Putri
NIDN0725058704
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Desakralisasi, Budaya Shinto, Semiotika Charles Sanders Peirce
Subjects: Communication Science
Divisions: Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program
Depositing User: Jonathan Prathama Hindrawan
Date Deposited: 06 Jul 2026 01:41
Last Modified: 06 Jul 2026 01:41
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/46800

Actions (login required)

View Item View Item