Imadulbilad, Ulfia Harwina (2025) Uji uptake glucose dari ekstrak batang dan kalus brotowali (Tinospora crispa) TC-1 dan TC-3. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (788kB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (234kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (443kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (296kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Download (275kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (615kB) | Request a copy |
Abstract
Diabetes melitus adalah penyakit yang berhubungan dengan metabolisme kadar gula dalam darah yang disebabkan oleh gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia atau tingginya kadar gula dalam darah karena gangguan pada sekresi insulin. Masyarakat Indonesia umumnya lebih menyukai obat yang mengandung bahan alami, Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan ialah brotowali (Tinospora crispa) untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Brotowali (Tinospora crispa) mengandung senyawa aktif seperti berberin, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki potensi untuk menyerap gula dalam kondisi diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas uptake glucose dari ekstrak batang dan kalus brotowali. Uji in vitro menggunakan metode Nelson-Somogyi yang terdiri dari dua reagen yaitu reagen Nelson dan reagen arsenomolibdat untuk mengukur aktivitas uptake glucose pada berbagai konsentrasi sampel. Aktivitas uptake glucose dari ekstrak batang dan kalus brotowali (Tinospora crispa) dengan hormon IAA-BAP (TC-1) dan NAA-Kinetin (TC-3) yang ditentukan dengan metode Nelson-Somogyi dan DNS (3,5-dinitrosalisilat) menunjukkan aktivitas uptake glucose yang relatif lebih tinggi dan stabil dengan nilai rata-rata mencapai sekitar 55–60% pada konsentrasi rendah (100–200 mg/L) dan tetap berada di atas ±45% hingga 500 mg/L dibandingkan ekstrak batang dan kalus TC-1 yang menunjukkan nilai lebih rendah dan fluktuatif (umumnya <50% pada sebagian besar konsentrasi). Berdasarkan metode Nelson–Somogyi, TC-3 tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik terhadap pembanding berberin, rutin dan metronidazol (p>0,05) meskipun nilai uptake glucose sebanding. Perbandingan metode Nelson dan DNS menunjukkan korelasi positif sedang (r=0,397; p=0,030). Perbedaan bermakna uji paired test hanya pada berberin (p=0,010) sedangkan sampel lain tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05) menegaskan bahwa kesesuaian kedua metode bersifat spesifik terhadap sampel.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Farmasi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Ervina, Martha NIDN0717027401 martha.pharm@ukwms.ac.id Thesis advisor Hartanti, Lanny NIDN0724067402 lanny.hartanti@ukwms.ac.id |
| Uncontrolled Keywords: | Ekstrak Brotowali, Antidiabetes, Gula, Berberin, % Uptake Glucose |
| Subjects: | Pharmacy |
| Divisions: | Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program |
| Depositing User: | Ulfia Harwina Imadulbilad |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 08:39 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 08:39 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

