Tamonsang, Elisabeth Dea Angelica (2025) Perbedaan resiliensi ditinjau dari jenis kelamin pada emerging adulthood yang mengalami fatherless karena perceraian. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK elizabeth d rev.pdf Download (178MB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (398kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (201kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (424kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
bab 5 elizabeth rev.pdf Restricted to Registered users only Download (19MB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN elizabeth rev.pdf Restricted to Registered users only Download (137MB) | Request a copy |
Abstract
Ketiadaan figur ayah akibat perceraian merupakan pengalaman keluarga yang dapat memengaruhi proses pembentukan identitas dan kestabilan emosional pada masa emerging adulthood. Dalam situasi tersebut, resiliensi menjadi kapasitas penting yang menentukan kemampuan individu untuk pulih dan menyesuaikan diri. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan tingkat resiliensi berdasarkan jenis kelamin pada individu emerging adulthood yang mengalami fatherless karena perceraian. Pendekatan kuantitatif komparatif digunakan dengan instrumen Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (α = 0,918). Partisipan penelitian berjumlah 166 individu berusia 18–25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney setelah mempertimbangkan hasil uji asumsi. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiliensi yang signifikan antara laki-laki dan perempuan (Sig.=0,002; p<0,05). Nilai mean rank menunjukkan bahwa laki-laki memiliki tingkat resiliensi lebih tinggi (Mean Rank = 94,96) dibandingkan perempuan (Mean Rank = 71,48). Hasil ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin berperan dalam membentuk kemampuan individu untuk menghadapi tekanan, beradaptasi, serta bangkit dari pengalaman kehilangan figur ayah. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika resiliensi dalam konteks fatherless tidak hanya dipengaruhi faktor lingkungan, tetapi juga dapat berkaitan dengan perbedaan karakteristik berdasarkan jenis kelamin.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Psikologi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Susilo, Dicky NIDN0718067904 Susilo_dicky@ukwms.ac.id |
| Uncontrolled Keywords: | Resiliensi, fatherless, perceraian, emerging adulthood. |
| Subjects: | Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Psychology Study Program |
| Depositing User: | Elisabeth Dea Angelica Tamonsang |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 06:04 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 06:04 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45612 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

