Wendelin, Wenly (2025) Hubungan antara meaning in life dan subjective well-being pada emerging adulthood. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
Text (ABSTRAK).pdf Download (974kB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
Text (BAB 1).pdf Download (636kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
Text (BAB 2).pdf Restricted to Registered users only Download (318kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
Text (BAB 3).pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
Text (BAB 4).pdf Restricted to Registered users only Download (779kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
Text (BAB 5).pdf Download (443kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
Text (LAMPIRAN).pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Masa emerging adulthood merupakan fase transisi yang penuh tantangan dan ketidakstabilan, yang dapat memengaruhi kondisi psikologis individu salah satunya subjective well-being. Subjective well-being adalah penilaian subjektif yang dilakukan oleh seseorang terhadap kesejahteraan hidupnya secara keseluruhan, sedangkan meaning in life merupakan sejauh mana individu merasakan bahwa kehidupannya memiliki arti, arah, serta tujuan yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aspek yang terdapat pada variabel meaning in life yaitu presence of meaning in life dan searching for meaning in life dengan komponen kognitif dan komponen afektif dalam subjective well-being pada emerging adulthood. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 338 individu emerging adulthood berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Kota Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga alat ukur, yaitu Meaning in Life Questionnaire (MLQ), Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji korelasi non-parametrik Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara meaning in life dan subjective well-being. Secara spesifik, aspek presence of meaning in life memiliki hubungan positif yang signifikan dengan komponen kognitif (r = 0,463 dan p = 0,000) dan komponen afektif (r = 0,270 dan p = 0,000). Sementara itu, aspek searching for meaning in life memiliki hubungan positif yang lemah dengan komponen kognitif (r = 0,111 dan p = 0,004), namun memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan komponen afektif (r = -0,091 dan p = 0,018). Temuan ini mengindikasikan bahwa presence of meaning in life memiliki peran yang lebih konsisten dalam meningkatkan subjective well-being dibandingkan searching for meaning in life.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Psikologi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Mulya, Happy Cahaya NIDN0703109401 happycahaya@ukwms.ac.id |
| Uncontrolled Keywords: | meaning in life, subjective well-being, emerging adulthood |
| Subjects: | Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Psychology Study Program |
| Depositing User: | Wenly Wendelin |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 03:56 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 03:56 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45531 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

