Hubungan antara spiritualitas dengan subjective well-being pada individu yang mengalami kematian anggota keluarga

Gunawan, Agnes Angelia (2025) Hubungan antara spiritualitas dengan subjective well-being pada individu yang mengalami kematian anggota keluarga. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (460kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (275kB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Peristiwa kelahiran dan kematian menjadi bagian integral dalam siklus kehidupan setiap manusia. Peristiwa kematian menjadi salah satu life events terburuk berdampak negatif pada subjective well-being individu. Menurut Diener (1984), kesejahteraan subjektif meliputi bagaimana dan mengapa individu menjalani hidupnya secara positif, termasuk penilaian kognitif dan afektif. Dalam menghadapi masa pasca kehilangan, individu memerlukan bantuan untuk meningkatkan evaluasi positif terhadap tantangan hidupnya. Underwood, (2006) menekankan bahwa spiritualitas ialah keyakinan individu terhadap eksistensi yang melampaui dunia fisik dan pemahaman serta pengalaman individu yang merasa terhubung dengan kekuatan transenden tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa kehilangan mempengaruhi kondisi psikologis terutama individu pada usia 18-29 tahun yang sedang melewati masa transisi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas dengan subjective well-being pada individu berusia 18–29 tahun yang mengalami kematian anggota keluarga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Partisipan berjumlah 103 orang yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan meliputi Daily Spiritual Experience Scale (DSES), Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), serta Satisfaction With Life Scale (SWLS). Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki hubungan positif signifikan dengan subjective well-being afektif 6,05% dan subjective well-being kognitif 9,18%. Meskipun demikian, kekuatan korelasi berada pada kategori rendah hingga sedang, sehingga menunjukkan bahwa subjective well-being juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan sosial, strategi koping, kualitas hubungan dengan almarhum, serta durasi waktu sejak kehilangan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Psikologi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Mulya, Happy Cahaya
NIDN0703109401
happycahaya@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: spiritualitas, subjective well-being, kematian, keluarga
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Agnes Angelia Gunawan
Date Deposited: 14 Jan 2026 05:15
Last Modified: 14 Jan 2026 05:15
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45526

Actions (login required)

View Item View Item