Louis, Kenneth (2025) Hubungan antara emotional intelligence dengan resilience pada generasi z yang bekerja. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
tes_abstrak.pdf Download (624kB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
2_bab1.pdf Download (220kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
3_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (91kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
4_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (155kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
5_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
6_bab5.pdf Download (187kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
7_lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (724kB) | Request a copy |
Abstract
Era VUCA (Volatile, Uncertain, Complexity and Ambiguity) berdampak pada aspek ekonomi, bisnis, pendidikan, dan dunia kerja. Generasi Z sebagai angkatan kerja yang baru harus menghadapi segala tantangan dalam dunia kerja. Tuntutan pekerjaan mengharuskan generasi Z untuk bertahan, sehingga diperlukan resiliensi dalam menghadapi tantangan tersebut. Salah satu aspek resiliensi juga membutuhkan kemampuan mengolah emosi agar dapat bertahan dalam dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan emotional intelligence dengan resilience pada generasi Z yang bekerja. Resilience merupakan kemampuan individu untuk tetap bangkit dan berkembang dalam menghadapi tantangan. Sedangkan emotional intelligence merupakan kemampuan individu untuk mengelola dan memahami emosi diri dan orang lain dalam mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini menggunakan skala Connor-Davidson Resilience Scale 10 Items untuk mengukur resilience dan skala Wong and Law Emotional Intelligence Scale untuk mengukur emotional intelligence. Sejumlah 109 responden menjadi sampel, dengan kriteria usia 18 hingga 28 tahun, bekerja sebagai employee maupun self-employed, dan masa kerja minimal 1 tahun. Uji korelasi Pearson menghasilkan hubungan positif antara emotional intelligence dengan resilience. Nilai sumbangan efektif emotional intelligence terhadap resilience sebesar 46,7%. Salah satu responden juga menyatakan pentingnya resilience dalam menghadapi tantangan, tetap berkembang meskipun menghadapi kesulitan, serta berinovasi mengikuti perkembangan yang ada dalam dunia pekerjaan. Emotional intelligence berperan dalam meningkatkan resilience melalui kemampuan mengenali dan mengelola emosi saat menghadapi tekanan pekerjaan. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi tidak ditentukan oleh lamanya masa kerja, sehingga individu atau organisasi perlu mempertimbangkan variabel kecerdasan emosi sebagai dasar dalam pengembangan ketahanan individu di dunia kerja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Psikologi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Apsari, Florentina Yuni NIDN0717067305 yuni@ukwms.ac.id |
| Uncontrolled Keywords: | Generasi Z, kerja, Resilience, Emotional Intelligence |
| Subjects: | Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Psychology Study Program |
| Depositing User: | Kenneth Louis |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 06:33 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 06:33 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

