Hubungan antara social comparison dengan subective well-being pada generasi pengguna aktif media sosial

Limanto, Devano (2025) Hubungan antara social comparison dengan subective well-being pada generasi pengguna aktif media sosial. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (828kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (890kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (956kB) | Preview
[thumbnail of BAB V]
Preview
Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (287kB) | Preview
[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (519kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dan subjective well-being pada Generasi Z pengguna aktif media sosial. Secara khusus, penelitian ini menguji (a) hubungan antara social comparison dengan kepuasan hidup (life satisfaction), dan (b) hubungan antara social comparison dengan afeksi positif dan negatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi Generasi Z berusia 18–27 tahun, dengan jumlah responden sebanyak 500 orang pengguna aktif media sosial. Instrumen yang digunakan meliputi Satisfaction with Life Scale (SWLS) untuk mengukur kepuasan hidup, Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) untuk mengukur afeksi positif dan negatif, serta Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur kecenderungan perbandingan sosial. Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara social comparison dan kepuasan hidup (p = 0,000; p < 0,01) dengan nilai R sebesar 0,266 atau sumbangan efektif sebesar 7,08%. Selain itu, terdapat hubungan negatif signifikan antara social comparison dan afeksi positif-negatif (p = 0,000; p < 0,01) dengan nilai R sebesar 0,386 atau sumbangan efektif sebesar 14,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan individu melakukan social comparison, maka semakin rendah subjective well-being mereka, baik dari aspek kepuasan hidup maupun pengalaman afektif. Sebaliknya, individu dengan subjective well-being yang lebih tinggi cenderung memiliki kecenderungan social comparison yang lebih rendah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Psikologi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Susilo, Dicky
NIDN0718067904
Susilo_dicky@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: Social Comparison, Subjective Well-Being, Generasi Z, media sosial
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Devano Limanto
Date Deposited: 20 Jan 2026 02:57
Last Modified: 20 Jan 2026 02:57
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45343

Actions (login required)

View Item View Item