Bagaskara, R. Josaphat Bhismantaka Nugroho (2025) Studi fenomenologi makna interaksi sosial dalam konstruksi konsep diri difabel. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (296kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (301kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (390kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Download (196kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (387kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berfokus kepada makna interaksi sosial dan media sosial dalam konstruks konsep diri difabel, yang juga dapat dipengaruhi oleh diskriminasi. Difabel merupakan individu yang masih menerima stigma negatif dari masyarakat. Mereka tetaplah seorang manusia yang juga merasakan berbagai pengalaman unik di dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap perihal bagaimana difabel memaknai diri mereka dalam interaksi sosial dan media sosial di tengah diskriminasi dan stigma negatif. Teori yang digunakan adalah konsep diri. Konsep diri menekankan terkait pandangan individu menegenai aspek fisik, psikis, dan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang lebih menekankan pengalaman subjektif narasumber. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi sosial dan media sosial menjadi instrumen penting dalam membentuk konsep diri difabel di tengah diskriminasi dan stigma. Pengalaman masa lalu hingga sekarang, termasuk ableisme, perlahan mendorong terbentuknya konsep diri yang lebih positif. Kedua narasumber memperlihatkan tanda-tanda konstruksi positif melalui kepercayaan diri, penerimaan perbedaan, keterbukaan pada kritik, dan rasa setara dengan orang lain, yang didukung oleh keluarga, teman, dan komunitas. Meski sempat mengalami konstruksi negatif, mereka memaknainya sebagai evaluasi diri. Mereka juga menolak “inspiration porn” dan menegaskan bahwa difabel harus diperlakukan setara sebagai manusia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Ilmu Komunikasi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Widyaningrum, Anastasia Yuni NIDN0701067803 UNSPECIFIED Thesis advisor Krisdinanto, Nanang NIDN0726126602 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Konsep diri difabel, interaksi sosial, media sosial, diskriminasi dan stigma, fenomenologi |
| Subjects: | Communication Science |
| Divisions: | Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program |
| Depositing User: | R. Josaphat Bhismantaka N. B |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 03:31 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 03:31 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45342 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

