Budiono, Nadya Larissa Metri (2025) Integrasi problematik dalam komunikasi keluarga broken home: studi fenomenologi pemaknaan rumah oleh generasi Z. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB I.pdf Download (232kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (189kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (360kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Download (317kB) | Preview |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (412kB) | Request a copy |
Abstract
Rumah secara emosional membuat orang merasa nyaman, aman, dan memiliki ikatan batin. Sayangnya dalam keluarga broken home, telah ditemukan kasus bahwa ada disfungsi peran orang tua di dalamnya. Hal ini membuat Generasi Z sebagai anak dari keluarga broken home dalam penelitian ini memiliki makna yang berbeda terkait rumah dibandingkan dengan anak dari keluarga yang tidak broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana integrasi problematik Generasi Z dalam memaknai rumah di tengah kasus disfungsi peran orang tua yang mereka alami. Teori yang digunakan adalah integrasi problematik, yaitu bagaimana seseorang dapat membentuk makna apabila terjadi ketidaksesuaian antara orientasi probabilistik (harapan atau keinginan) dengan orientasi evaluatif (kenyataan atau realitanya). Teori ini kemudian membagi temuannya ke dalam empat bentuk, yaitu divergensi, ambiguitas, ambivalensi, dan ketidakmungkinan. Pengolahan data dilakukan melalui bantuan metode fenomenologi, untuk mengetahui bagaimana pengalaman narasumber serta pemaknaan mereka terhadap pengalaman tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa menurut anak broken home, rumah hanyalah menjadi bangunan semata, dan tidak harus didefinisikan sebagai keluarga, melainkan bisa didapatkan dari teman maupun pacar. Rumah juga tidak harus memiliki anggota yang lengkap, asal bisa saling menguatkan satu sama lain di titik terendahnya. Tiga temuan utama lainnya adalah keadaan divergen dimana narasumber menyadari bahwa rumahnya tidak bisa mereka jadikan sebagai tempat pulang, ambiguitas dan ambivalensi yang berasal dari kebingungan narasumber dalam posisi di rumah dan berakhir pada konflik batin mereka, serta ketidakmungkinan untuk rumah narasumber bisa kembali utuh seperti sedia kala.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Ilmu Komunikasi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Apul, Merlina Maria Barbara NIDN0706069204 merlina.maria@ukwms.ac.id Thesis advisor Purnama, Finsensius Yuli NIDN0719078401 finsensius@ukwms.ac.id |
| Uncontrolled Keywords: | Makna rumah, disfungsi peran orang tua, anak broken home, integrasi problematik |
| Subjects: | Communication Science |
| Divisions: | Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program |
| Depositing User: | Nadya Larissa Metri Budiono |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 05:35 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 05:35 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/44918 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

