Komuk, Evangelique Nathanielle Surya (2026) Hubungan antara resiliensi dengan quarter-life crisis pada generasi milenial yang bekerja. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (667kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf Download (6MB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB V.pdf Download (6MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Generasi milenial merupakan generasi yang saat ini mendominasi populasi di dunia kerja. Namun, berdasarkan hasil studi pendahuluan, ditemukan bahwa sebagian generasi milenial yang bekerja mengalami Quarter-Life Crisis yang dapat memengaruhi kondisi psikologis maupun semangat kerja individu. Secara ideal, generasi milenial diharapkan memiliki tingkat Quarter-Life Crisis yang rendah serta tingkat Resiliensi yang tinggi sebagai kemampuan dalam menghadapi tekanan dan tantangan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan Quarter-Life Crisis pada generasi milenial yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 180 generasi milenial yang bekerja dengan rentang usia 30–45 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua alat ukur, yaitu Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC 25) dan Quarter-Life Crisis Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Resiliensi dengan Quarter-Life Crisis pada generasi milenial yang bekerja dengan nilai korelasi sebesar r = -0,320 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Resiliensi memberikan sumbangan efektif sebesar 25,6% terhadap Quarter-Life Crisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Resiliensi individu, maka semakin rendah tingkat Quarter-Life Crisis yang dialami, begitu pula sebaliknya. Selain itu, hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa sebagian besar generasi milenial memiliki tingkat Resiliensi pada kategori tinggi hingga sangat tinggi serta tingkat Quarter-Life Crisis pada kategori sedang hingga rendah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Psikologi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Effendy, Nurlaila NIDN0702026606 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Resiliensi, quarter-life crisis, generasi milenial. |
| Subjects: | Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Psychology Study Program |
| Depositing User: | Evangelique Nathanielle Surya Komuk |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 01:21 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 01:21 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/47097 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

