Prosiding seminar praktik keinsinyuran VII : peran insinyur profesional dalam reka cipta solusi keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG)

Santoso, Soni Hary, Joewono, Andrew, Nuryono, Arif, Hafiizh, Muhammad, Hartanti, Lusia Permata Sari, Pranjoto, Hartono, Jamaaluddin, Jamaaluddin, Anshory, Izza, Wahyuni, Atik, Tsalits, Askhaarina Aulia, Nugroho, Himawan Sigit, Sairlela, Joudri Rudi, Sitepu, Rasional, Erzanuari, Aldi, Larissa, Stephani, Anggorowati, Adriana Anteng, Armando, Patrick, Ismadji, Suryadi, Muttaqin, M. Zainal, Abadi, Ashka Azhar, Budianta, Tarsisius Dwi Wibawa, Hikam, Khasbi Muhammad, Sutrisno, Sutrisno, Nopriyanto, Windi, Kevin, Kevin, Sari, Martha Kartika, Santoso, Shella Permatasari, Agastya, Elshandy, Dewi, Dian Retno Sari, Hariyanto, Mohammad, Sari, Novita, Ernawati, Dewi, Roziqi, Mohammad Hefni, Dewi, Oki Anita Candra, Wardhana, Eka Wisnu, Bachtiar, Awang Djohan, Pratiwi, Angelina Dwi, Bukamo, Richard Renaldy, Hartono, Sandy Budi, Sibuea, Esosia Benjamin, Afandi, Muhamad, Siregar, Hendriadi, Kore, Desri Marfenita Hale, Maulid, Rahmat, Mulyono, Julius, Antjak, Antonius Leonardo, Arifinus, Fransiskus Xaverius, Hermawan, Ardhi Riza, Wahyudi, Mujib, Dewanto, Dewanto, Irawan, Bayu, Ongkowidjojo, Felix Natanael, Futurhesa, Dwi Anggraini, Raharjo, Haryadi Purnomo, Pradiktya, Yohanda, Djahamouw, Putri Dwi Kinanti, Susanto, Davit, Rioko, Rioko, Syahid, Rivqi Ali, Saragih, Christ Freben Dommaris, Manurung, Daniel Afrizal, Sunarya, Edward Didy, Sholehuddin, Muhammad Nur, Pradana, Andreas Ervan, Faria, Niswatun, Aprilia, Shela Panca, Sabilillah, Najwa Khoirunnisa Az-zahro Fii, Farikhah, Farikhah, Trihastuti, Dian, Wahyu, Pri, Friandi, Andi, Sitohang, Oloan, Purba, Rolan Bertoani, Riwu, Danny Ramon, Prasetyo, Antoko Dwi, Nababan, Okky Alexander, Khangara, Stephanie Gracia, Sinaga, Lotar Mateus, Kadapi, Henry, Yusran, Yusran, Sobri, Khaerus, Nope, Fabianus Jawal S., Bachtiar, Awang Djohan, Handriyanto, Bamban, Maarif, Samsul, Puspitarini, Erri Wahyu, Purnama, Erri Kartika and Che Pee, Ahmad Naim bin (2025) Prosiding seminar praktik keinsinyuran VII : peran insinyur profesional dalam reka cipta solusi keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG). In: Seminar praktik keinsinyuran VII : peran insinyur profesional dalam reka cipta solusi keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG), 20 Desember 2025, Surabaya.

[thumbnail of Prosiding seminar praktik keinsinyuran VII : peran insinyur profesional dalam reka cipta solusi keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG)]
Preview
Text (Prosiding seminar praktik keinsinyuran VII : peran insinyur profesional dalam reka cipta solusi keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG))
Prosiding Seminar Praktik Keinsinyuran 2026.pdf

Download (14MB) | Preview

Abstract

Seminar Praktik Keinsinyuran merupakan puncak dari integrasi tiga mata kuliah wajib dalam kurikulum Program Studi Profesi Insinyur, yaitu: Studi Kasus; Pemateri pada Seminar, Workshop, dan Diskusi; serta Praktik Keinsinyuran. Edisi ketujuh ini mengusung tema "PERAN INSINYUR PROFESIONAL DALAM REKA CIPTA SOLUSI BERKELANJUTAN BERBASIS ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG)". Materi utama berjudul "The Brains behind the AI (Semiconductor): From Basic Gadgets to Superintelligence" yang dipaparkan oleh Ir. Hartono Pranjoto, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., ACPE. menjadi landasan pembahasan mengenai peran krusial insinyur dalam menciptakan inovasi teknologi hijau. Industri semikonduktor telah berevolusi dari sekadar komponen elektronik menjadi "darah" bagi peradaban digital sekaligus pusat gravitasi geopolitik modern. Perkembangannya bermula dari penemuan transistor di Bell Labs pada tahun 1947 yang menggantikan tabung vakum, lalu dipacu oleh Hukum Moore yang mendorong penggandaan jumlah transistor setiap dua tahun. Saat ini, kita telah memasuki era Extreme Ultraviolet (EUV), di mana mesin litografi tercanggih buatan ASML dari Belanda mampu mencetak sirkuit pada skala nanometer yang hampir mustahil secara fisika. Tanpa teknologi ini, lompatan besar dalam kecerdasan buatan (AI) tidak akan pernah terwujud, menjadikan segelintir perusahaan di rantai pasok ini sebagai pemegang kunci kemajuan manusia. Dalam peta persaingan global, industri ini terbagi menjadi ekosistem yang sangat spesifik. Perusahaan Fabless seperti Nvidia, Apple, dan AMD fokus pada desain chip yang jenius, namun produksinya diserahkan kepada Foundry seperti TSMC yang mendominasi lebih dari separuh pangsa pasar dunia. Di sisi lain, raksasa IDM seperti Intel dan Samsung terus berjuang mempertahankan model bisnis terintegrasi dengan mendesain sekaligus memproduksi chip di fasilitas mereka sendiri. Namun, keajaiban ini berdiri di atas rantai pasok yang sangat rapuh; melibatkan perangkat lunak dari AS, bahan kimia dari Jepang, hingga tahap perakitan dan pengujian (ATP) di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Vietnam. Kerumitan rantai pasok ini diperparah oleh dinamika geopolitik yang menempatkan semikonduktor sebagai jantung keamanan nasional. Dominasi TSMC di Taiwan memicu kekhawatiran global akan ketergantungan pada satu titik koordinat rawan konflik, mendorong negara-negara Barat meluncurkan kebijakan reshoring seperti CHIPS Act. Perang dagang antara AS dan Tiongkok pun semakin meruncing pada tahun 2026 ini, ditandai dengan pembatasan ketat akses ke chip AI kelas atas. Semikonduktor bukan lagi sekadar komoditas, melainkan instrumen kekuasaan yang menentukan siapa yang memimpin masa depan. Di tengah persaingan tersebut, peran etika dan profesionalisme insinyur menjadi jangkar penyeimbang. Para pengembang teknologi ini memiliki tanggung jawab etis untuk memastikan setiap inovasi tidak hanya mengejar performa, tetapi juga memprioritaskan keberlanjutan lingkungan melalui ekonomi sirkular, seperti daur ulang limbah kimia fabrikasi dan pengurangan limbah elektronik (e-waste). Dengan mengintegrasikan nilai-nilai sustainability ke dalam desain chip, komunitas insinyur global berupaya memastikan bahwa kemajuan teknologi AI dan digitalisasi tidak dibayar dengan kerusakan permanen pada planet bumi.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Editor
Anggorowati, Adriana Anteng
NIDN0728026101
UNSPECIFIED
Editor
Sitepu, Rasional
NIDN0727036201
UNSPECIFIED
Subjects: Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Professional Engineer Study Program
Depositing User: Ivan Gunawan
Date Deposited: 16 Apr 2026 06:45
Last Modified: 16 Apr 2026 06:45
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/46543

Actions (login required)

View Item View Item