Studi deskriptif kesulitan dalam regulasi emosi pada individu emerging adulthood (gen Z) yang sedang menjalani hubungan asmara

Natasha, Melisa (2025) Studi deskriptif kesulitan dalam regulasi emosi pada individu emerging adulthood (gen Z) yang sedang menjalani hubungan asmara. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK melisa n rev.pdf

Download (11MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (496kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (342kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (337kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (387kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (278kB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (752kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tingkat kesulitan regulasi emosi pada individu Generasi Z dalam rentang usia emerging adulthood (18–29 tahun) yang sedang menjalani hubungan asmara, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 150 responden berpartisipasi dan diukur menggunakan Difficulties in Emotion Regulation Scale–Short Form (DERS-SF) versi adaptasi Bahasa Indonesia, yang mencakup enam aspek: Non-Acceptance, Goals, Impulse, Awareness, Strategies, dan Clarity. Pengumpulan data dilakukan melalui Google Form yang disebarkan menggunakan media sosial. Secara keseluruhan, mayoritas responden (31,3%) menunjukkan adanya kesulitan regulasi emosi (kategori sedang, tinggi, dan sangat tinggi). Jika dilihat berdasarkan aspek, ditemukan variasi yang cukup signifikan pada beberapa dimensi, yaitu: Awareness (60%), Clarity (52,6%), Goals (30,6%), Impulse (26%), Strategies (24%), serta Non-Acceptance (30%). Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar responden terletak pada kejernihan emosi, kesadaran emosi, ketepatan tujuan saat mengalami distress, kontrol impuls, serta pemilihan strategi regulasi emosi yang adaptif. Data kualitatif memberikan gambaran pelengkap mengenai strategi mengatasi emosi. Banyak responden cenderung menggunakan strategi pasif, seperti diam, menarik diri, atau menghindar. Konflik dalam hubungan—terutama trust issue (18%) dan komunikasi buruk (16,6%)—sering menjadi pemicu utama ketidakstabilan emosi. Secara umum, hasil ini menegaskan bahwa karakteristik emosional dan digitalisasi interaksi pada Generasi Z turut memengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola emosi, sejalan dengan konsep regulasi emosi oleh Gratz & Roemer (2004).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Psikologi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Wandansari, Yettie
NIDN0701107201
yettie@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: Kesulitan regulasi emosi; Gen Z; hubungan asmara
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Melisa Natasha
Date Deposited: 15 Jan 2026 06:23
Last Modified: 15 Jan 2026 06:23
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/45605

Actions (login required)

View Item View Item