Perbandingan daya hambatan α-glukosidase dari bawang putih fermentasi dan non-fermentasi

Widiasatya, Thersli Jeni Clairine (2026) Perbandingan daya hambatan α-glukosidase dari bawang putih fermentasi dan non-fermentasi. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (474kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
Bab I.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (409kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (442kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (473kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
Bab V.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (427kB) | Request a copy

Abstract

Hiperglikemia pascaprandial pada penderita diabetes melitus tipe 2 dapat dikendalikan melalui penghambatan aktivitas enzim a-glukosidase. Bawang putih (Allium sativum L.) memiliki potensi antidiabetes karena kandungan senyawa organosulfur dan fenolik, sedangkan proses fermentasi menjadi bawang hitam dapat mengubah profil senyawa bioaktifnya. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya hambat α-glukosidase dari ekstrak bawang putih, bawang hitam segar, dan bawang hitam serbuk. Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro menggunakan ekstraksi sonikasi dengan etanol 70%, dilanjutkan standarisasi ekstrak melalui uji organoleptis, kadar air, skrining fitokimia, dan profil KLT. Aktivitas inhibisi α-glukosidase diuji secara spektrofotometri menggunakan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida, dengan akarbose sebagai kontrol positif. Data dianalisis menggunakan perhitungan IC50 dan uji One-Way ANOVA. Hasil menunjukkan seluruh ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, dan triterpenoid. Ekstrak bawang putih memiliki daya hambat tertinggi dengan nilai 550,31 ± 43,40 µg/mL, lebih baik dibandingkan akarbose (646,83 ± 87,17 µg/mL), sedangkan bawang hitam segar (1355,74 ± 128,66 µg/mL) dan serbuk (1355,74 ± 128,66 µg/mL) menunjukkan aktivitas lebih lemah. Disimpulkan bahwa fermentasi menurunkan aktivitas penghambatan α-glukosidase, sementara perubahan bentuk menjadi serbuk tidak memberikan perbedaan bermakna.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Farmasi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Ervina, Martha
NIDN0717027401
martha.pharm@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: BawangPutih, Bawang Hitam, a-glukosidase, IC50
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Thersli Jeni Clairine Widiasatya
Date Deposited: 15 Jul 2026 05:03
Last Modified: 15 Jul 2026 05:03
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/47091

Actions (login required)

View Item View Item