Handoko, Kezia Aideline (2026) Ekspresi subjektivitas keintiman di era digital (studi fenomenologi pengguna bumble). Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK (3).pdf Download (5MB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB I rev.pdf Download (2MB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB II rev.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III rev.pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB IV rev.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
BAB V rev.pdf Download (160kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengguna aplikasi kencan Bumble memaknai keintiman di era digital. Saat ini, keintiman tidak lagi sebatas pertemuan fisik secara langsung, melainkan ikut dipengaruhi oleh interaksi di dunia maya, kecanggihan teknologi, dan bagaimana emosi kita dimanfaatkan oleh sistem aplikasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi. Terdapat tiga orang pengguna Bumble berusia di atas 18 tahun yang diwawancarai mengenai pengalaman intimasi mereka lewat aplikasi tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan teori Emotional Capitalism oleh Eva Illouz, Pure Relationship dari Anthony Giddens, serta teori Masyarakat Skizofrenik dari Gilles Deleuze dan Félix Guattari. Penelitian ini menemukan bahwa keintiman di aplikasi Bumble memicu kontradiksi oleh penggunanya, di mana pengguna terjebak dalam "kebebasan semu". Narasi hubungan modern yang terbuka (open relationship) pada kenyataannya dijalani secara sembunyi-sembunyi akibat ketidaksiapan mental menghadapi konsekuensi kebebasan tersebut. Fenomena subjektivitas mereduksi keintiman menjadi hubungan transaksional emosi tanpa perlu adanya pertanggungan jawab untuk setiap perbuatan yang diambil. Adanya kondisi emotional capitalism ini juga memicu ketergantungan, kecemasan, serta kelelahan emosional bagi pengguna yang mencari hubungan jangka panjang. Secara struktural, temuan tambahan ini terbagi menjadi tiga poin utama: ((1) Bumble membentuk ekosistem kapitalisasi emosi yang mengkomodifikasi hubungan; (2) Relasi berbasis negosiasi pribadi memicu micro-cheating dan mengikis kesetiaan; serta (3) Pengguna melakukan deterritorialisasi (masyarakat skizofrenik) dengan menanggalkan identitas dunia nyata demi identitas digital yang cair dan rhizomatic.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Ilmu Komunikasi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Lapalelo, Putra Aditya NIDN0731039501 UNSPECIFIED Thesis advisor Widyaningrum, Anastasia Yuni NIDN0701067803 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Subjektivitas keintiman, fenomenologi, Bumble, emotional capitalism, masyarakat skizofrenik |
| Subjects: | Communication Science |
| Divisions: | Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program |
| Depositing User: | Kezia Aideline H. |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 07:26 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 07:26 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/46825 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

