Andy, Kenneth (2026) Argumen antinatalisme David Benatar dalam better never to have been: The Harm of Coming Into Existence. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
|
Text (ABSTRAK)
keneth ABSTRAK (13) rev.pdf Download (1MB) |
|
Preview |
Text (BAB 1)
BAB 1 rev.pdf Download (317kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB 2 REV.pdf Restricted to Registered users only Download (388kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3 REV.pdf Restricted to Registered users only Download (358kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf Download (340kB) | Preview |
Abstract
Fenomena childfree menjadi semakin lazim dalam masyarakat kontemporer seiring dengan menurunnya tingkat kelahiran di berbagai negara. Kondisi tersebut memunculkan berbagai dorongan sosial maupun institusional untuk mempertahankan prokreasi. Meskipun demikian, diskursus mengenai moralitas prokreasi masih relatif terbatas karena kuatnya bias pronatal dalam horizon pemikiran masyarakat umum. Dalam konteks tersebut, antinatalisme David Benatar menjadi salah satu posisi yang dapat secara fundamental menantang asumsi pronatalisme. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi ulang kedua argumen utama Benatar. Selain itu, karena kurang eksplisitnya Benatar dalam membahas komitmen metaetisnya, penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan andaian metaetika yang implisit dalam argumen tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan hermeneutik dan analitik untuk merekonstruksi argumen asimetri dan argumen kualitas hidup Benatar yang ditemukan dalam karya Better Never to Have Been: The Harm of Coming into Existence. Selain itu, penulis menganalisis andaian metaetika dari kedua argumen tersebut melalui beberapa kerangka metaetika seperti realisme dan non-realisme moral, naturalisme dan non-naturalisme moral, kognitivisme dan non-kognitivisme moral, internalisme dan eksternalisme tentang motivasi, serta epistemologi moral. Benatar berpendapat bahwa tindakan prokreasi secara moral merugikan dan bukan sebuah keuntungan bagi subjek yang diadakan. Terlebih dari itu, kerugian yang dialami lebih besar daripada yang umumnya diperkirakan. Posisi tersebut terutama dibangun melalui argumen asimetri dan argumen kualitas hidup. Dalam argumen asimetri, Benatar menunjukkan bahwa asimetri yang ia ajukan, yakni asimetri kenikmatan dan kesakitan, dapat menjelaskan setidaknya empat asimetri lainnya yang secara umum diterima masyarakat. Dalam argumen kualitas hidup, Benatar menunjukkan tiga hal utama, yakni bahwa penilaian atas kualitas hidup bukan sekadar perselisihan antara kebaikan dan keburukan dalam suatu kehidupan, ada tiga faktor psikologis yang memengaruhi manusia untuk cenderung pada optimisme, dan terdapat lebih banyak keburukan daripada yang umumnya diperkirakan dalam tiga teori tentang kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa argumentasi Benatar cenderung mengandung posisi realis moral, naturalis moral, kognitivis moral, internalis mengenai motivasi moral, serta pendekatan intuisionisme dan koherentisme dalam epistemologi moral.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Filsafat |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Ryadi, Agustinus NIDN0708086401 ryadi@ukwms.ac.id |
| Uncontrolled Keywords: | Antinatalisme, metaetika, David Benatar, argumen asimetri, argumen kualitas hidup |
| Subjects: | Philosophy |
| Divisions: | Faculty of Philosophy |
| Depositing User: | Kenneth Andy |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 03:11 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 03:11 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/46744 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

