Nathania, Vallerie (2026) Studi fenomenologi: disonansi kognitif dalam proses pengungkapan diri detransisi transgender. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
Preview |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK skripsi rev.pdf Download (870kB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
BAB I skripsi (1).pdf Download (315kB) | Preview |
|
Text (BAB 2)
BAB II skripsi (1).pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III skripsi.pdf Restricted to Registered users only Download (143kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB IV skripsi.pdf Restricted to Registered users only Download (677kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
BAB V skripsi REV.pdf Download (215kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami disonansi kognitif yang dialami individu transgender dalam proses pengungkapan diri setelah menjalani detransisi gender. Fenomena detransisi merupakan pengalaman yang kompleks karena melibatkan perubahan identitas, konflik batin, serta proses penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial. Pengalaman tersebut sering kali memunculkan ketidaksesuaian antara keyakinan, perasaan, dan pengalaman hidup yang kemudian menimbulkan disonansi kognitif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah seorang individu yang pernah menjalani transisi gender dari laki-laki menjadi perempuan dan kemudian memutuskan untuk melakukan detransisi serta kembali menjalani kehidupan sebagai laki-laki. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologi untuk memahami makna pengalaman yang dialami informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disonansi kognitif muncul sejak masa kanak-kanak melalui pengalaman ketidaksesuaian identitas diri, penolakan keluarga, serta perundungan dari lingkungan sosial. Konflik tersebut mendorong informan melakukan transisi gender sebagai upaya memperoleh penerimaan dan keselarasan identitas diri. Namun, setelah menjalani transisi, informan tetap mengalami ketidakpuasan, krisis identitas, serta pergumulan hidup yang ditandai dengan pencarian validasi, keterlibatan dalam perilaku berisiko, dan perasaan kehilangan makna hidup. Melalui proses refleksi diri dan pemaknaan ulang terhadap pengalaman hidupnya, informan akhirnya memutuskan untuk melakukan detransisi gender. Proses tersebut membentuk rekonstruksi identitas diri yang ditandai dengan penerimaan terhadap dirinya, perubahan cara pandang terhadap kehidupan, serta terciptanya kondisi hidup yang lebih stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa disonansi kognitif berperan penting dalam proses pengungkapan diri dan pengambilan keputusan terkait identitas gender. Selain itu, keluarga, lingkungan sosial, dan pengalaman hidup memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk pemaknaan individu terhadap identitas dirinya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Department: | S1 - Ilmu Komunikasi |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Widyaningrum, Anastasia Yuni NIDN0701067803 UNSPECIFIED UNSPECIFIED Krisdinanto, Nanang NIDN0726126602 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Disonansi Kognitif, Pengungkapan Diri, Detransisi Gender, Transgender, Fenomenologi |
| Subjects: | Communication Science |
| Divisions: | Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program |
| Depositing User: | Vallerie Nathania |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 05:07 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 05:07 |
| URI: | https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/46730 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

