Peran pendidikan sebagai pembentuk individu dan masyarakat menurut Konfusius

Lumansik, Robertus Aldo Dharma (2026) Peran pendidikan sebagai pembentuk individu dan masyarakat menurut Konfusius. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_REV_Robertus Aldo.pdf

Download (958kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1_REV_Robertus Aldo.pdf

Download (524kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2_REV_Robertus Aldo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (581kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3_REV_Robertus Aldo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (899kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4_REV_Robertus Aldo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (729kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5_REV_Robertus Aldo.pdf

Download (453kB)

Abstract

Pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk individu sekaligus masyarakat. Namun, dalam praktiknya, pendidikan masa kini sering kali lebih menekankan aspek akademik dan pencapaian individual daripada pembentukan karakter serta tanggung jawab sosial. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan sebagai pembentuk individu dan masyarakat menurut pemikiran Konfusius, serta menilai relevansinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-faktual terhadap pemikiran Konfusius yang dianalisis secara interpretatif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Konfusius merupakan proses pembentukan diri (self-cultivation) yang berlangsung seumur hidup. Manusia dipahami sebagai makhluk yang dinamis dan selalu berada dalam proses “menjadi” (becoming), sehingga pendidikan berperan dalam mengaktualisasikan potensi terbaiknya. Melalui internalisasi nilai-nilai etis seperti rén (kemanusiaan), lǐ (tata krama dan keteraturan), yì (kebenaran), dan zhī (pengetahuan), pendidikan membentuk pribadi jūnzǐ, yaitu manusia unggul secara moral dan intelektual. Individu yang terdidik ini kemudian diharapkan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang harmonis, dimulai dari lingkup keluarga hingga kehidupan sosial yang lebih luas. Dengan demikian, pembentukan individu dan masyarakat merupakan dua dimensi yang saling berkaitan erat. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan menurut Konfusius tidak hanya berperan dalam membentuk individu yang berpengetahuan dan berkarakter, tetapi juga dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Meskipun memiliki keterbatasan, terutama dalam penekanannya pada harmoni sosial dan moral individu, gagasan Konfusius tetap relevan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini, khususnya melalui penegasan akan pentingnya pendidikan karakter, pembelajaran sepanjang hayat, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, pemikiran Konfusius dapat menjadi refleksi penting bagi pengembangan pendidikan yang lebih holistik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Filsafat
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Trinarso, Agustinus Pratisto
NIDN0715027002
pratisto@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: pendidikan, Konfusius, pembentukan diri, masyarakat, jūnzǐ
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Robertus Aldo Dharma Lumansik
Date Deposited: 11 Jun 2026 06:50
Last Modified: 11 Jun 2026 06:50
URI: https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/46646

Actions (login required)

View Item View Item